kalau inget tahun lalu... rasanya... seneng juga.
setahun eh setahun lebih yang lalu, beraniin diri dateng ke sebuah tempat. tempat les jahit. satu minggu setelah pendaftaran, aku masuk. menjadi siswa jahit yang baru. belajar tata busana.
menyenangkan. sangat sangat menyenangkan.
dengan belajar menjahit itu...
aku bisa mengetahui kehidupan siswa lain yang jauh berbeda dengan kehidupanku
dengan belajar menjahit itu...
aku bisa membuat baju yang kuinginkan,
menjahitkan mama baju,
menambal segala baju yang bolong-bolong
dan yang lebih penting
dengan belajar menjahit itu...
aku bisa lebih menghargai baju-baju yang ada di mall dan pasar, pokonya dimana aja
kalau bahan dan jahitannya oke, harganya mahal, nggak mau lagi deh nawar sampai terjun bebas, lawong bikinnya aja susah kok. mesti ngumpulin mood.
tapi bukan cuma gitu. dengan belajar menjahit itu...
aku juga bisa menilai jahitan yang menyatukan setiap bahan menjadi baju
bisa menilai harga mana yang pantas untuk satu baju
hmmm...
menyenangkan bukan
bukan menilai orang yang membuatnya
tapi menilai hasil jahitannya
jadi bisa menimbang-nimbang sebelum beli atau nawar baju....
aku rindu suasana les jahit :(
Rabu, 01 Agustus 2012
Selasa, 31 Juli 2012
Minggu, 29 Juli 2012
SEPOTONG GAMIS
Setahun yang lalu, hendak Iedul Fitri, aku membuat sepotong Gamis untuk kukenakan sendiri di hari nan fitri tersebut. Kujahit setiap kain. Membentuk baju yang masih jauh dari kata sempurna.
Sepotong gamis.
Sudah lama sekali aku ingin memiliki sepotong gamis. Tapi gamis yang kuinginkan harganya di luar jangkauan mahasiswi. Akhirnya aku memutuskan untuk membuatnya sendiri. Alhamdulillah... Meskipun bahannya berbeda. Semula aku ingin sekali membeli bahan yang sama persis dengan gamis yang kuinginkan di toko pakaian muslimah tersebut. Tapi lagi-lagi harganya malah lebih mahal dibandingkan harga gamis jadi. Kuganti bahan dengan kain berharga setinggi lembah. Tidak terlalu mencekik. Jadilah. Idul Fitri lalu, aku berjalan ke mesjid hendak menunaikan sholat ied. Bangga hati mengangkat rasa bahagia dalam diri telah berhasil membuat gamis dan mengenakannya dengan baik. Gamis itu berwarna ungu. Dikombinasikan dengan bahan sifon tipis yang manis. Bahan dasar gamis cukup tebal. sehingga tidak terlihat bentuk tubuh.
Sepotong gamis.
Meskipun sudah (katakan) berhasil membuat gamis, aku tetap ingin gamis yang ada di toko tersebut. Kelak, ketika gamis itu sudah terjual, aku akan mencari gamis lain. Target akhir tahun 2012 : punya gamis yang harganya sedikit meloncat. Aku ingin punya. Satu-satunya pun tak masalah. Semoga. Aaamiin
Kamis, 26 Juli 2012
corat-coret
Akhirnya selesai juga. all files have been printed. lagu "The one that got away" berkibar penuh di seluruh ruang kamar Vina. Tiba-tiba aku teringat Kinang, tokoh utama pria dalam buku Keydo
Kinang. Dia mampu berjuang mendapatkan sosok gadis yang diyakininya akan menjadi istrinya kelak. Dia terus memperjuangkan keyakinannya sekalipun Keydo (gadis impiannya) selalu dingin padanya. perjuangannya di medan cinta bukan hanya satu hari atau dua hari tapi sampai dua tahun. Selama dua tahun, dia mencari tahu tempat Keydo tinggal. Berusaha dekat dengan lingkungan yang Keydo cintai. Mencari tahu kemana Keydo berkelana selama ini.
Kinang. Penggambarannya sangat luar biasa. Pria berambut kribo dari Papua yang berangan-angan menikah muda. Tapi pada akhirnya dia menikah di usia yang tidak lagi muda. Si kribo yang terus memperjuangkan Keydo sekalipun dia tidak tahu bagaimana perasaan Keydo padanya. Yang dia tahu, bahwa dia yakin Keydo akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya. Tidak ada kompromi. Sekalipun sulit mengutarakan isi hatinya, Kinang terus maju tak gentar.
Semua akan indah pada waktunya
Ungkapan itu benar juga. Suatu hari menjelang hari suci, Kinang tahu bahwa Keydo memiliki perasaan yang sama dengannya. Bukan Keydo yang berucap. Tapi buku hariannya. Kinang mengejar Keydo sampai ke Kota Metropolitan lalu berakhir di Kota tempat rumah gadang bertengger. Dan di kota terakhir itulah... dengan mengejutkan Keydo, Kinang langsung membawa serta merta orang tuanya untuk melamar Keydo. Haru biru membahana. Kebahagiaan meluap ke permukaan. Keluarga Keydo pun sudah sangat jatuh hati pada Kinang.
Pernikahan mereka diadakan mendadak bagi manusia, tapi tidak bagi Allah. Allah sudah menulis kisah mereka dengan garis yang jelas. Pada akhirnya, mereka bisa bersama dalam pernikahan, tali suci halal antar dua insan. Keydo yang semula terkenal dengan gadis dingin, jutek, dan galak, berubah sikapnya bukan lagi 360 derajat bahkan sampai 720 derajat pada Kinang. Ia begitu lembut. Manis. Penuh kasih sayang.
Kinang...
Dia memperlakukan Keydo bak putri raja. Tidak memperlakukannya sebagai pelayan seperti kebanyakan suami yang beredar di orbit jagat raya.
Kinang...
sekalipun tak lama Keydo diundang untuk pulang ke sisi Allah, ia tetap tidak menikah lagi. karena cintanya begitu besar pada Keydo. baginya... perjuangannya mendapatkan hati seorang Keydo sangat luar biasa. dan tidak mungkin diingkari dengan menikah lagi. Cintanya untuk Keydo bukan di dunia saja, tapi jua di akhirat. Ia hanya menginginkan Keydo kelak menjadi istrinya jua di akhirat nanti
Subhanallah
Buku yang menyenangkan, mengharukan... semuanya tercampur aduk. Bunda Tatty Elmir berhasil menggambarkan semuanya dengan detil melalui tulisan.
Rasanya ingin bersuamikan pria seperti kinang. Pun aku ingin menjadi Keydo yang menjaga diri sampai waktu ketetapan-Nya tiba.
Selasa, 24 Juli 2012
Sang tokoh utama pun meninggal setelah ia mendapatkan kekasih hatinya, suaminya, yang ia tinggal menduda. Keteguhan hatinya menjaga diri membuatnya mulia dan suci. Kelak ia akan menghadap Allah dengan kemuliaan dan kesuciannya itu. Lalu? Sang suami? Ia bahagia dengan kesendiriannya, yakin bahwa kelak mereka akan dipertemukan di Surganya. Ia tak menginginkan bidadari lain, selain istri yang pernah dinikahinya di dunia. Begitulah komitmennya sangat besar berbanding lurus dengan perjuangannya untuk meminang gadis manis dari kota tempat rumah gadang bertengger.
Sangat menyentuh. Berhasill membawaku larut dalam duka mendalam sesaat sebelum menemui pembimbing.
Sosok wanita anggun tergambar jelas dalam buku itu, ia wanita yang menjaga kehormatannya dengan sangat sangat baik. Merasa Allah selalu melihatnya. Tidak pernah memelankan suaranya untuk mengundang banyak gairah para hidung bergaris. Ia menutup aurat begitu rapi. Ah sungguh... ia memiliki jutaan berlian untuk menghargai dirinya-sendiri. sungguh mulia dan suci.
MULIA dan SUCI
dua kata yang tengah kutelusuri maknanya secara hakiki. berupaya menciptakannya dalam diri dengan menghadang kuat keinginan duniawi semata. mencoba pencarian lain menuju keseimbangan jiwa dan raga. agar kenyang lahir dan batin. Aku ingin menjadi salah satu di antara jutaan novel yang memuat kisah nyata seorang wanita yang piawai menjaga kemuliaah dan kesuciannya melalui sinya sirkuit terbaik. tidak perlu lurus jalannya, berliku pun tak apa. yang penting kemantapan hati tetap terjaga, hingga jalan liku dapat dilalui.
Benar kata seseorang "masa depan seperti kertas putih yang masih bersih."
masa laluku...
masa laluku...
aku tidak ingin jadi orang melankolisyang hidup dari masa lalu. cukup belajar dari masa lalu dan sigap menggapai esok, masa depanku.
benar.
kesalahan yang kulakukan kemaren hanya bisa kuperbaiki hari ini. ketika kertas ini kian gelap tercoreng genangan comberan,maka dengan segera aku akan menggantinya dengan kertas yang lebih wangi dan bersih. Allah Maha Pengampun bukan?
Jadi untuk apa aku ragu mengganti kertas ini dengan yang baru?
Ini hidupku
Hidup baruku
diri yang keras melawan keinginan semu semata
aku akan meninggalkan banyak titik masa lalu... untuk meraih satu titik di masa depan.
Sangat menyentuh. Berhasill membawaku larut dalam duka mendalam sesaat sebelum menemui pembimbing.
Sosok wanita anggun tergambar jelas dalam buku itu, ia wanita yang menjaga kehormatannya dengan sangat sangat baik. Merasa Allah selalu melihatnya. Tidak pernah memelankan suaranya untuk mengundang banyak gairah para hidung bergaris. Ia menutup aurat begitu rapi. Ah sungguh... ia memiliki jutaan berlian untuk menghargai dirinya-sendiri. sungguh mulia dan suci.
MULIA dan SUCI
dua kata yang tengah kutelusuri maknanya secara hakiki. berupaya menciptakannya dalam diri dengan menghadang kuat keinginan duniawi semata. mencoba pencarian lain menuju keseimbangan jiwa dan raga. agar kenyang lahir dan batin. Aku ingin menjadi salah satu di antara jutaan novel yang memuat kisah nyata seorang wanita yang piawai menjaga kemuliaah dan kesuciannya melalui sinya sirkuit terbaik. tidak perlu lurus jalannya, berliku pun tak apa. yang penting kemantapan hati tetap terjaga, hingga jalan liku dapat dilalui.
Benar kata seseorang "masa depan seperti kertas putih yang masih bersih."
masa laluku...
masa laluku...
aku tidak ingin jadi orang melankolisyang hidup dari masa lalu. cukup belajar dari masa lalu dan sigap menggapai esok, masa depanku.
benar.
kesalahan yang kulakukan kemaren hanya bisa kuperbaiki hari ini. ketika kertas ini kian gelap tercoreng genangan comberan,maka dengan segera aku akan menggantinya dengan kertas yang lebih wangi dan bersih. Allah Maha Pengampun bukan?
Jadi untuk apa aku ragu mengganti kertas ini dengan yang baru?
Ini hidupku
Hidup baruku
diri yang keras melawan keinginan semu semata
aku akan meninggalkan banyak titik masa lalu... untuk meraih satu titik di masa depan.
Senin, 23 Juli 2012
Ramadhan : 3rd day
Seharusnya hari ini menulis after
having sahur. Tapi karena asik membaca buku Keydo karangan bunda Tatty Elmir
yang sudah lama kutangguhkan akibat membaca buku Keown, Ross, Nafarin, dsb, aku
jadi lupa harus buka blog. Kali ini, pak Quraish Sihab membahas tentang tafsir
dari surat Al-Anfal ayat 19-26.
(ini yang paling saya ingat)
Menurut pak Quraish Sihab, kita
mendengar untuk bias faham. Kita faham untuk memperkenankan. Ketika kita bias faham,
maka kita memperkenankan diri untuk mengabdi pada Allah semata. Nah loh untuk bias mengabdi itu… tidak
semua hal dapat kita dengar. Hal-hal positif, yang baik-baik saja yang dapat
membuat kita faham untuk lalu memperkenankan diri mengabdi pada Allah semata. Tapi
kalau kita mendengar hal yang tidak baik, maka kita pun tidak akan faham.
Kalau dipikir-pikir, bisa juga
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ingat hari pertama saat bulan Ramadhan.
Pak Quraish menyatakan bahwa kita harus memperbaiki hubungan dasar kita dengan sesama.
Untuk dapat memperkenankan diri memiliki dasar hubungan yang baik dengan sesama,
kita harus faham sifat dan karakter satu sama lain, untuk dapat memahaminya,
kita harus mendengar. Menurutku dalam artian bukan mendengar dari orang lain.
tapi dengarlah dari orang yang bersangkutan. Misalnya, aku pengen tahu tentang
A untuk bisa memahaminya. Maka aku harus bertanya pada A. bukan berkutat dengan
kabar burung atau desas-desus tetangga. Kita harus membuka telinga kita
lebar-lebar untuk mendengarkan satu sama lain. dengan begitu kita bisa lebih
memahami satu sama lain. ketika memahami itu… maka dasar hubungan kita akan
lebih baik. Memahami bukan berarti kita harus member perhatian ke banyak pria
(karena saya wanita). Bayangkan, ketika kita bisa memahami lingkungan sekitar
kita, tetangga kita, tahu dengan jelas karakter dan pribadi mereka, maka dapat
dengan mudah kita menjaga perkataan dan sikap kita kepada mereka. Sehingga mereka
pun tidak akan mudah terluka oleh kita. See? Mereka tidak terluka… hubungan
baik terjalin… kita pun terhindar dari dosa. Aamiiin.
Ada kriteria binatang yang paling
busuk di sisi Allah. Yaitu binatang yang bisu dan tuli. Bisu karena tidak mau
menebar kebaikan dan kebenaran. Dan tuli karena tidak mau mendengar kebenaran. Bayangkan.
Ketika kita menuli dan membisukan diri; maka kita lebih rendah bahkan dari
binatang. Hmmm… waktu dulu SMA, aku belajar biologi. Sang guru member tahu
bahwa hanya ada dua kelas besar di dunia; animalia dan plantae. Artinya hanya
ada binatang dan tumbuhan. Aku percaya kalau kita masuk klasifikasi hewan. Tapi
kita adalah binatang (hewan) dengan derajat paling tinggi karena Allah memberi
pikiran pada diri kita. (sekilas saja). Jadi kalau sampai kita tuli dan bisu negatif,
kita adalah binatang terburuk.
Allah membatasi manusia dengan
hatinya. Maka dari itu Allah lebih mengetahui apa yang ada di hati kita. Allah Maha
Menguasai hati manusia. Maka ketika hati berbolak-balik pun itu terjadi atas
kehendak Allah. Ketika kita senang dan tidak senang, cinta dan tidak cinta. Sehingga
Rasulullah saw pernah memohon kepada Allah untuk menjaga ketetapan hatinya.
Ketika sepasang kekasih yang dalam
ikatan halal merasa khawatir akan hati pasangannya, maka sebaiknya berdoa
kepada Allah. Memohon ketetapan hati pada pasangannya. Itu lebih mudah. Karena Allah
yang Maha membolak-balik hati manusia. Dia juga yang menghendaki apa yang
terjadi pada hati manusia. Tetapi jangan sampai kita menjadikan alasan atas
lebih dekatnya Allah dengan hati kita untuk tidak beriman. Jangan sampai
menduga bahwa iman kita Allah yang atur. Allah sesungguhnya memang dekat dengan
hati kita, tapi untuk beriman, Allah memberkan kebebasan kepada kita untuk
memilih.
*) saya tidak tahu banyak. Saya masih sangat bodoh. Yang
saya lakukan hanya membagi apa yang saya dapat walau sedikit. Lebih baik
berbagi sedikit tapi bermanfaat dari pada tidak berbagi bukan? Tulisan diatas
bersumber dari Pak Quraish Sihab yang mengacu pada Tafsir Al-Misbah dibumbui sedikit
pendapat penulis :D
Agenda
Sedang tidak ingin menulis rangkuman Tafsir Al-Misbah setelah sahur tadi, pun tidak ingin menulis tentang buku yang baru saja tamat kubaca. Aku cuma ingin menulis apa yang tiba-tiba tergelincir di dalam otakku. Rasanya waktu kian menyesakkan. Mepet. Semakin sempit. Tidak bisa bergerak ke arah manapun yang aku mau. Kini aku didesak menyelesaikan satu tugas besar. Kompas menuju gerbang dunia sesungguhnya.
Ah. Agak penat nampaknya. Tapi tenang... selesai semua ini, aku sudah menyusun daftar agenda yang akan kuhajar sampai lelah mendera.
1. Beresin kamar;
- mengisi boxes kosong dengan pashmina
- mengorek-ngorek tempat buku barangkali ada catatan kenangan yang terlupakan
- menulis beberapa hal
2. Jalan sama Rafika
3. Jalan sama ketiga sahabatku
4. Mengunjungi sepupu tercinta
5. Melanjutkan kursus menjahit (Jika dana sumbangan telah terkumpul. hihihi)
4. Menjahitkan baju untuk mama
Masih banyak agenda lain... bahkan tanganku sampai kesemutan menulis agenda yang sengaja kusiapkan. Yang terpenting, aku ingin mengunjungi emak dan abah. Keluarga angkatku di Cieter sana. sudah bertahun-tahun aku tidak menemui mereka. Bahkan ketika Sani (adik laki-lakiku yang kedua) khinatan, aku tidak bisa datang karena agenda lain di Bandung.
Selain itu, ada 1 tempat lagi yang ingin kukunjungi. Dekat. Sangat dekat.
Ah. Agak penat nampaknya. Tapi tenang... selesai semua ini, aku sudah menyusun daftar agenda yang akan kuhajar sampai lelah mendera.
1. Beresin kamar;
- mengisi boxes kosong dengan pashmina
- mengorek-ngorek tempat buku barangkali ada catatan kenangan yang terlupakan
- menulis beberapa hal
2. Jalan sama Rafika
3. Jalan sama ketiga sahabatku
4. Mengunjungi sepupu tercinta
5. Melanjutkan kursus menjahit (Jika dana sumbangan telah terkumpul. hihihi)
4. Menjahitkan baju untuk mama
Masih banyak agenda lain... bahkan tanganku sampai kesemutan menulis agenda yang sengaja kusiapkan. Yang terpenting, aku ingin mengunjungi emak dan abah. Keluarga angkatku di Cieter sana. sudah bertahun-tahun aku tidak menemui mereka. Bahkan ketika Sani (adik laki-lakiku yang kedua) khinatan, aku tidak bisa datang karena agenda lain di Bandung.
Selain itu, ada 1 tempat lagi yang ingin kukunjungi. Dekat. Sangat dekat.
Langganan:
Postingan (Atom)