Rabu, 22 September 2010

walk alone


it has been along time when you've gone
but i still don't find yet someone who's like you
i am just feeling alone
no friends..alone and alone
i don't have someone for sharing everything
i still can't run lonely
so...
it makes me to walk through this way without you
on sadness and too much hopeless



Picture : http://rapsodeeperjuangan.blogspot.com/

tongkat

seakan tongkat itu kini kutemukan
tongkat yang mampu menopang kehidupan
hidup yg sempat porak poranda oleh nafsu dunia
Allahhu Akbar
Astaghfirullah...
tak henti-hentinya kulantunkan istighfar
tak henti-hentinya kucucurkan air mata
malam itu...
Allah mendengar pintaku
Dia kirimkan tongkat untuk menopang tubuhku

Rabu, 08 September 2010

baru sebulan serasa satu tahun

Baru sebulan. Tapi rasanya sudah setahun.
Bukan berarti aku merasa bosan atau sebagaimananya
Hanya saja. banyak hal yang sudah kau ajarkan padaku dalam waktu yang baru sebulan
Seolah semua pengajaran itu kudapat dalam waktu satu tahun
kau memberi tahu padaku pentingnya sebuah kejujuran
Kau memberi tahu padaku indahnya sebuah kejutan
Kau memberi tahu padaku penasarannya menanti tiap barang yang kau kirim
Kau memberi tahu padaku merdunya bertilawah
Kau memberi tahu padaku cara mencintai, menyayangi, dan merindu
Kau memberi tahu padaku gemerlapnya islam
Kau memberi tahu padaku bahagianya memberi
Banyak yang kau beri tahu selama sebulan ini. yang mungkin hanya akan kudapat selama setahun jika aku berjalan seorang diri. jadi, satu bulan serasa satu tahun denganmu. bukan karena aku bosan. tapi sekali lagi. karena banyak hal yang aku dapat selama denganmu. karena engkau memberi banyak padaku :)

Sabtu, 04 September 2010

masa lalu

masa lalu memanglah masa lalu yang kadang harus dilupakan jika mengganggu perjalanan masa depan
tapi masa lalu adalah pelajaran yang paling tidak mungkin bisa diulangi. jika di kampus bisa mereview mata kuliah setiap kali hendak ujian, masa lalu tidaklah begitu. tidak bisa direview semua dari awal. apalagi jika masa masa yang sangat menyulitkan.

aku bisa belajar banyak dari masa lalu. masa lalu bukanlah sesuatu yang harus dilupakan. karena ketika kita berusaha melupakannya, kita akan semakin mengingatnya. masa lalu adalah sebuah kendaraan yang telah kita lalui, dan setelah melaluinya, kita pun harus tetap berhati2 melihat ke spion, agar tidak melukainya yang pada akhirnya bisa melukai kita sendiri. dari kaca spion itulah, kita bisa mencari rasa aman untuk dapat mendahului masa2 berikutnya dengan tanpa mendapat ancaman dari masa di belakangnya.

ibarat mengendarai motor, aku melewati satu motor dengan cepat. kadang terjadi dengan lancar, kadang penuh hambatan, dan kadang ada rasa takut. tetai karena aku memiliki tujuan, kulajukan gas mendahului motor yang tadinya di depanku. setelah melewatinya, kulihat spion... memastikan motor yang tadi kulewati ada di belakangku, dan tidak membahayakan laju motorku untuk mendahului motor motor berikutnya

itulah masa lalu. pasti akan terlewati, bukan untuk dilupakan, tapi untuk dipelajari, dengan begitu, kita akan selalu berhati hati

cover (=) inside

istilah "don't judge a book from the cover" memang sangat sesuai. siang itu, ketika hendak melangkahkan kaki menuju mushola di lantai 3, pandang tertuju pada ruang kecil di tengah deretan ruang2 yang ada.
bukan lagi karena sosok yang biasa kulihat berseri. bukan lagi.
kali ini aku tertegun dahsyat. ketika seorang akhwat menceritakan dialognya dengan ikhwan tadi;

ikh : kayanya kalo semua akhwat pake rok rapi ya
akh : kayanya ia
ikh : itu tugasmu, ukhtii :D
akh : ga bisa gitu dong, akh. semua itu asalnya dari kesadaran tiap akhwat. semua juga butuh proses ga bisa langsung.
ikh : ia. tapi pengen aja liat akhwat semuanya pada kaya gitu.
akh : pelan2, akhi. :)

aku kaget mendengar dialog. seseorang mengatakan padaku "ada perbedaan antara persepsi ikhwan dan akhwat." yah.. begitulah adanya. ketika ikhwan itu meminta semua akhwat seperti akhwat yang ada dalam pikirannya. itulah hal yang paling membuat hatiku bergejolak. ada kesan mendalam bahwa semua akhwat haruslah berpenampilan seperti itu. jika tidak, akhwat tersebut tidaklah menuruti perintah-Nya

aku setuju. andai semua akhwat bisa berpenampilan rapi. menutup aurat seutuhnya. tapi yang perlu diingat adalah... setiap orang tidak dinilai hanya dari apa yang ia kenakan.
teringat ketika masih SD. guru ngajiku pernah bercerita tentang seorng akhwat yang menutup tubunya dengan jubah luar biasa panjangnya. "subhanallah..." ucap guru ngajiku. tapi tidak lama, akhwat itu memasuki sebuah rumah makan, tebak apa yang terjadi? akhwat tersebut melepas gamisnya. dan ternyata... dibalik gamis itu, banyak baju berpotongan pendek yang melayang di tubuhnya. subhanallah berubah menjadi astaghfirullah. akhwat itu mempertontonkan auratnya didepan orang banyak.

so... aku setuju bahkan sangat setuju dengan kalimat "don't judge a book from the cover, because... when the cover is good, it doesn't mean the inside is good :)"

Selasa, 31 Agustus 2010

entah mengapa

entah mengapa
menurutku engkau terlalu lengkap untuk dilengkapi
aku merasa sangat tidak sesuai dgn segala hal yang ada didirimu
oh.. apa yang harus kulakukan
kadang cinta memang membingungkan. aku hanya bilang. aku mencintaimu. dan untuk itu aku harus memilikimu.. tapi bagaimana mungkin
aku tidak punya daya dan upaya untuk mampu melangkapi segala hal yang sudah ada padamu

Jumat, 20 Agustus 2010

THIS'S AMAZING BOOK


Masih benar-benar teringat jelas. Bahkan mungkin sudah bersarang dibagian pojok otakku. Bagian kenangan yang selalu kukunci rapat agar tidak pernah meluap keluar.

Hari itu dengan lelah setibanya di rumah, aku langsung menghampiri tangga. Bersiap menuju kamar kesayangan. Sebelum masuk kamar, aku berkunjung ke kamar teteh yang berada tepat disamping kamarku.

“ada kiriman noh, Ni.” Ucapnya.

“Dari siapa?” tanyaku.

“Nggak tau… coba aja buka. Tuh ada di bawah. Deket telepon. Tadi pagi bibi yang nerima kayaknya.”

Langsung aku berlari cepat. Menyambar bingkisa yang ada di samping telepon. “Ma, ini dari siapa?” tanyaku pada mama.

“Nggak tau. Coba tanya bibi. Tadi mama tidur, Ni. Emang apa itu?” tanya mama balik.

dengan cepat kubaca pengirim bingkisan. Aku tahu bingkisan itu dari siapa. Rasanya jutaan bunga kebahagiaan menaburi seluruh tubuhku dengan wewangian yang khas. Aku sangat bahagia dan terharu sekaligus.

Lembut dan pelan-pelan kubuka bingkisan itu. kulucuti dengan sangat awas. Ternyata isinya adalah sebuah buku yang ingin aku beli sejak lama. Buku yang ingin aku baca. Buku yang membuatku penasaran.

Buku ini kubawa hingga ke Jakarta. Kubaca dalam kereta. Dalam kesendirian. Dalam larutnya malam. Dalam sepinya waktu. Buku ini yang menemaniku. Buku ini berharga bagiku. Bukan hanya bukunya… tapi ia yang memberikannya.

Banyak hal yang kutahu setelah membaca buku ini. thank you for giving me this book :)